Membaca dan Merenungi quotes dari Almh. Ainun Habibie (by Karina Susilaningsih)



Mengutip dari status Puteri Miranti Ningrum, upline skaligus sahabat saya ( Miss you Beib, seminggu rasanya kangen banget kita ga telfon2an. Hehehehe)

Tertegun saya membaca dan merenungi quotes dari Almh. Ainun Habibie, berikut quotes nya :

“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin bagi saya untuk bekerja pada waktu itu. Namun, saya pikir buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan risiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? 

Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang dan saya bentuk sendiri pribadinya?


Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak?

Seimbangkah orangtua kehilangan anak dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?

Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu. (Ainun Habibie, Tahun-tahun Pertama)” 

― A. Makmur Makka, dkk., Ainun Habibie: Kenangan Tak TerlupakanDi Mata Orang-Orang Terdekat

Saya percaya , dibalik kebesaran , kehebatan dan kesuksesan seorang suami, pasti ada figur hebat di sampingnya, yaitu istri. Bu Ainun yang merelakan karirnya, melepaskan egonya, kepentingan diri sendiri untuk mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk suami dan anak-anak tercinta, sungguh LUAR BIASA ! Di jaman modern ini akan sangat langka istri seperti beliau, tapi saya yakin meski sdh langka MASIH BANYAK ibu-ibu yang berjiwa seperti beliau

Tanpa perlu menyesali keadaan, saya bangga dengan keputusan saya dan suami dengan memilih saya resign dari kantor disaat Nadine (5.5 th) dan Fathir (2.5 th). Dalam usia anak saya yang masih belia, saya bisa mendidik dan merawat anak-anak , menemani hari-harinya, memberikan perhatian maksimal , mengajar budi pekerti dan agama dari rumah, BUKAN oleh orang lain

Beda dengan dahulu yang saya pergi untuk urusan kantor berhari-hari nyantai saja , sekarang mau ninggalin anak sebentar aja di rumah rasanya ga nahan, bolak balik telp ke rumah, menanyakan keadaannya :)

Alhamdulillah , tanpa berkarir pun saya memiliki teman-teman baru yang luar biasa. Teman-teman yang satu visi dalam mendidik anak (Mba Poppy, Mba Fitri dan Mba Ria), juga teman-teman berbisnis yang luar biasa semangatnya ( Upline & leader2 saya di SuperTeam )

Memilih bisnis dari rumah bukan pekerjaan yang sulit dan juga ga gampang, tapi saya punya  TEKAD dan saya punya IMPIAN, demi suami saya - demi mertua saya - demi kakak dan adik saya- dan yang paling berarti demi buah hati saya Nadine dan Fathir "Biarkan Bundamu ini menginvestasikan waktunya di rumah untuk bisnis Oriflame ya sayang, ini investasi Bunda buat masa depan kalian, love you so much  :)

Thanks you Bu Ainun, you are so Inspiring !